Support, Resistance, dan Pivot Point dalam Trading Forex: Panduan Lengkap

Dalam dunia trading forex, ada banyak istilah teknikal yang wajib dipahami trader agar bisa membaca arah pergerakan harga. Tiga di antaranya yang paling populer adalah support, resistance, dan pivot point. Meski sederhana, konsep ini menjadi dasar dari analisis teknikal dan sering dipakai oleh trader profesional untuk menentukan kapan saatnya masuk (buy), keluar (sell), atau sekadar menunggu.


Apa Itu Support?

Support adalah level harga di mana penurunan suatu pasangan mata uang cenderung tertahan. Ibarat lantai, level ini dianggap sebagai area di mana tekanan jual mulai melemah karena banyak trader yang tertarik untuk membeli di harga tersebut.



Contoh:
Jika EUR/USD terus turun ke level 1.0800 tetapi berkali-kali memantul naik dari level tersebut, maka 1.0800 bisa disebut support kuat.

👉 Intinya: Support adalah “lantai harga” yang menjaga harga agar tidak terus jatuh.


Apa Itu Resistance?

Kebalikan dari support, resistance adalah level harga di mana kenaikan suatu pasangan mata uang cenderung tertahan. Ibarat langit-langit, level ini menjadi batas psikologis di mana banyak trader mulai mengambil keuntungan (jual), sehingga harga sulit menembus ke atas.

Contoh:
Jika GBP/USD berulang kali gagal menembus level 1.3000, maka area tersebut menjadi resistance penting.

👉 Intinya: Resistance adalah “atap harga” yang menahan harga agar tidak terus naik.


Kenapa Support dan Resistance Penting?

  1. Membantu Entry & Exit: Trader bisa menempatkan posisi buy di dekat support dan posisi sell di dekat resistance.

  2. Menentukan Stop Loss & Take Profit: Level ini sering dijadikan acuan untuk manajemen risiko.

  3. Mendeteksi Breakout: Jika harga menembus support atau resistance, biasanya akan terjadi pergerakan besar (volatilitas meningkat).


Apa Itu Pivot Point?

Selain support dan resistance, ada juga istilah pivot point. Pivot point adalah indikator teknikal yang digunakan untuk menentukan level support dan resistance secara otomatis berdasarkan perhitungan matematis dari data harga sebelumnya (high, low, close).

Rumus Dasar Pivot Point:

Pivot=(High+Low+Close)3Pivot = \frac{(High + Low + Close)}{3}

Dari nilai pivot ini, kita bisa menghitung level support (S1, S2, S3) dan resistance (R1, R2, R3).

  • S1, S2, S3 → Level support yang diprediksi.

  • R1, R2, R3 → Level resistance yang diprediksi.

Dengan begitu, trader tidak hanya mengandalkan intuisi, tapi punya level harga objektif yang bisa dipakai untuk trading harian.


Cara Praktis Menggunakan Pivot Point

  1. Identifikasi Tren: Jika harga berada di atas pivot point, tren cenderung bullish. Jika di bawah pivot, tren cenderung bearish.

  2. Gunakan untuk Entry: Buy saat harga mendekati support (S1/S2), dan sell saat mendekati resistance (R1/R2).

  3. Perhatikan Breakout: Jika harga menembus R1 atau S1, kemungkinan besar akan melanjutkan ke R2 atau S2.


Kesimpulan

  • Support adalah lantai harga tempat harga cenderung memantul naik.

  • Resistance adalah atap harga tempat harga cenderung tertahan.

  • Pivot Point adalah indikator matematis untuk menghitung level support dan resistance yang potensial.

Dengan memahami ketiga konsep ini, trader bisa lebih percaya diri dalam membaca pergerakan harga, menyusun strategi entry-exit, dan mengelola risiko. Meski sederhana, support, resistance, dan pivot point adalah fondasi analisis teknikal yang bisa membuat trading forex lebih terarah dan terukur.

Komentar