Bagi trader pemula, yang saya sendiri dulu pernah mengalaminya, pasti tidak tahan rasanya untuk tidak sibuk trading buka tutup posisi trading valas. Maklum, masih terlalu semangat dan menggebu-gebu untuk meraup profit sebanyak-banyaknya dari forex.
Namun sayangnya itu semua salah kaprah. Karena dengan kebiasaan itu kita bisa overtrading (terlalu banyak trading) dan akhirnya kita kebingungan sendiri dengan cara trading kita lalu kita lihat hasilnya profit kita minus terus akhirnya kita bangkrut.
Kata Warren Buffet ketika membeli stock, kita harus beli stock ini dan kita pegang selamanya. Bukan seperti trader pemula, jual beli pasangan mata uang secara terus menerus jual beli jual beli dalam waktu singkat mengharapkan profit. Alias jual beli jangka pendek. Nah itu salah, kita harus punya mindset jangka panjang, guys.
Kalau sudah overtrading, saya jamin boro-boro profit, kita pasti kehilangan banyak uang. Belum lagi komisi yang harus dibayarkan ke broker.
Nah, untuk menghindari overtrading, tanamkan tekad ini pada diri kita, saya tidak boleh trading misal 3 kali dalam sehari. Ketika sudah bertekad seperti itu, ya harus komitmen.
Trading jangka panjang yang saya berani jamin hasilnya memuaskan adalah trading seminggu sekali dengan menggunakan time frame H4. Memang bagi trader pemula "mana asiknya trading seminggu sekali"? Tapi bagi trader professional, trading itu bukan asik-asikan bro, trading itu bisnis, bukan excitement dan judi.

Komentar
Posting Komentar