Kepikiran untuk hutang buat modal trading Forex? Tunggu dulu...
-
Pasar Forex itu Fluktuatif & Penuh Risiko
Bahkan EA yang keliatannya konsisten bisa kena whipsaw atau news besar yang gak terprediksi.
➤ EA profit di backtest bukan jaminan akan tahan di real account long-term. -
Hutang = Beban Psikologis Tambahan
Trading itu udah cukup bikin deg-degan. Kalau kamu pakai uang utang, kamu bisa:-
Overtrade demi nutup target
-
Gagal cut loss karena takut rugi
-
Jadi emosional → dan ini ngebunuh performa, bahkan kalau EA sekalipun
-
-
Tidak Ada EA yang Abadi
EA butuh perawatan (update strategi, penyesuaian parameter, dll).
Market berubah → EA yang dulunya profitable bisa jadi boncos kalau dibiarkan jalan terus.
💡 Tapi Gimana Kalau Yakin Banget Sama EA-nya?
Kalau kamu:
-
Paham cara kerja EA-nya
-
Sudah uji coba real account >6 bulan
-
Tahu drawdown maksimalnya
-
Punya risk control plan
-
Dan modal hutangnya bukan dari utang konsumtif (misal pinjol, kartu kredit, atau utang ke orang tua)
... maka secara teknis kamu bisa menganggapnya sebagai investasi berisiko tinggi. Tapi tetap: sebaiknya hindari pinjam uang yang kamu tidak siap kehilangannya.
✔️ Skenario Bijak:
-
Mulai dari modal kecil hasil nabung sendiri (misal Rp1-3 juta dulu)
-
Biarkan EA jalan real selama 3–6 bulan, lihat performanya
-
Baru scale up dengan uang hasil profit, atau dana dingin tambahan
-
Kalau hasilnya consistently profitable + risk manageable, baru bisa kamu mikir lebih besar
💬 Kesimpulan:
Trading, bahkan pakai robot, tetap bukan jaminan untung.
Kalau kamu butuh utang untuk mulai, itu artinya kamu belum siap secara finansial maupun mental.
Lebih baik tunggu dan bangun perlahan—karena di forex, yang lambat dan sabar malah yang bisa survive.

Komentar
Posting Komentar